Jakarta, Sandination – Ka Ali adalah seorang contoh nyata bahwa ketekunan dan semangat pantang menyerah bisa membawa seseorang menuju kesuksesan. Terlahir dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi, orang tuanya bekerja serabutan dan berjualan kecil-kecilan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga mereka. Saat masih kecil, Ka Ali sering merasa malu untuk berjualan. Namun, seiring waktu, ia mulai percaya diri dan melihat potensi besar dalam dunia usaha. Ia mulai gigih dan tekun dalam menjalankan bisnisnya dari nol hingga ia sukses.
Masa Mondok dan Awal Berbisnis
Saat ia duduk di bangku SMP dan SMA, Ka Ali menjalankan sekolah atau mondok di pesantren. Saat ia belajar di sana, atas saran seorang kyai, ia mulai berjualan es keliling santri. Awalnya, ia merasa bahwa rasa malu masih menghantuinya, tetapi dengan percaya diri dan ketekunan, ia mulai mendapatkan omset yang cukup besar. Saat SMA, ia memperluas jenis usahanya dan mulai bekerja sama dengan ayahnya dalam usaha warung bakso keliling.
Membangun Usaha Bakso Bakar
Setelah lulus SMA, Ka Ali sempat mengalami gap year selama satu tahun. Ia memanfaatkan waktu ini untuk mendalami usaha bakso tusuk bakar dengan mulai menghitung biaya sewa lapak, produksi, dan manajemen keuangan. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di UIN dan diterima di jurusan Manajemen Dakwah, meskipun awalnya ingin mengambil jurusan Manajemen Bisnis. Namun, ia tetap bersemangat dan dalam satu bulan pertama kuliah, ia sudah berencana membuka usaha baru.
Ka Ali awalnya memulai usaha bakso tusuk bakar dengan gerobak di dekat masjid, lokasi yang strategis dan banyak dilalui orang. Dengan brand “Bakso Q Semar”, ia berhasil menjual 500 tusuk per hari dan berbagi jadwal berjualan dengan teman-temannya. Namun, pada bulan kedua, mereka mulai menghadapi suatu tantangan, yaitu omsetnya mulai menurun. Ia mencari solusi dengan merekrut karyawan dari Brebes yang kemudian mengambil inisiatif untuk memperpanjang jam operasional dari pagi hingga malam. Berkat strategi ini, omzetnya kembali meningkat. Saat itu, Ka Ali juga berhasil meraih IPK cumlaude di kampusnya dan membuka cabang baru.
Belajar dari Inkubasi Bisnis
Pada bulan kelima usaha, ia mendapatkan saran untuk mengikuti program Rocket yang diselenggarakan oleh Sandination, sebuah program inkubasi bisnis yang menjadi wadah bagi siswa, mahasiswa, dan pemuda yang bersemangat untuk mempercepat karir dan bisnis mereka di era digital Awalnya, Ka Ali tidak memiliki pemahaman mendalam tentang teori bisnis dan hanya belajar dari pengalaman. Namun, setelah mengikuti program ini, ia mulai memahami pentingnya mengelola keuangan dengan baik, memperbaiki strategi pemasaran melalui media sosial seperti Instagram, serta memperbaiki packaging produk. Setelah mengikuti inkubasi bisnis, Ka Ali membuka cabang ketiga dari “Bakso Q Semar”, meskipun cabang kedua harus ditutup. Dengan pengalaman ini, ia mulai memahami pentingnya data keuangan dan mentoring dari para ahli bisnis. Salah satu tantangan terbesarnya adalah mengelola karyawan yang usianya lebih tua dari dirinya. Dari pengalaman ini, ia belajar pentingnya membangun tim yang solid sesuai dengan standar perusahaan.
Tantangan dan Motivasi
Dalam perjalanan bisnisnya, tantangan terbesar yang dihadapi Ka Ali adalah kurangnya kontrol terhadap karyawan, terutama dalam memberikan pendampingan yang baik. Selain itu, saat mahasiswa libur, omzet mengalami penurunan sementara biaya sewa tetap harus dibayar. Namun, Ka Ali selalu mencari solusi agar bisnisnya tetap berjalan stabil. Motivasi terbesar Ka Ali berasal dari dorongan orang tuanya. Ia ingin memperluas usahanya hingga ke kota lain dan membangun pabrik sendiri, tidak hanya meneruskan usaha keluarganya.
Pesan Ka Ali untuk Calon Wirausahawan
Ali berpesan kepada siapa saja yang ingin memulai usaha kecil agar memperhitungkan segala aspek dengan matang. Ia juga menekankan pentingnya untuk terus belajar dan tidak cepat puas, karena selalu ada peluang lebih besar di depan. Seperti yang diajarkan dalam program inkubasi Rocket, usaha yang sukses adalah hasil dari perencanaan yang baik dan ketekunan yang kuat. Kisah Ka Ali adalah inspirasi bagi banyak anak muda yang ingin berwirausaha. Dengan kerja keras, semangat, dan terus belajar, siapa pun bisa membangun bisnis yang sukses dan berkelanjutan.
Penulis: Andira Maharani & Ezra
Editor: Jassuanto
